Bambang Pamungkas atau kerap akrab dipanggil BP (Bepe), adalah seorang mantan pemain sepak bola Indonesia yang pernah bermain di Persija Jakarta dan timnas Indonesia. Bambang dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola Indonesia terbaik sepanjang masa dengan posisi alami sebagai striker. Saat itu Bepe memulai karier menjadi pesepak bola sejak berlatih di Sekolah Sepak Bola, Ungaran, Jawa Tengah.
- Nama asli: Bambang Pamungkas
- Nama Sapaan: Bepe atau BP
- Tempat lahir: Getas, Semarang, Indonesia
- Tanggal lahir: 10 Juni 1980
- Umur: 44 tahun
- Nama Pasangan:Tribuana Tungga Dewi
- Jumlah anak: 3
- Pekerjaan: Pemain Sepak Bola, Manajer Sepak Bola
- Nama akun Instagram: @bepe20
Isi Konten
ToggleBambang Pamungkas Saat ini
mantan pemain sepak bola Indonesia yang dikenal luas sebagai penyerang andal, terutama saat bermain untuk Persija Jakarta dan tim nasional Indonesia. Setelah pensiun sebagai pemain pada 17 Desember 2019, ia beralih ke peran manajerial. Pada musim kompetisi 2024, Bambang kembali dipercaya menjadi manajer Persija Jakarta.
Di bawah kepemimpinannya, Persija Jakarta memperkenalkan tim serta jersey baru untuk menghadapi BRI Liga 1 musim 2024/2025. Acara peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Bambang di Jakarta International Stadium (JIS).
Selain aktivitas manajerial, Bambang juga aktif di media sosial. Melalui akun Instagram resminya, ia berbagi berbagai kegiatan dan pandangannya seputar sepak bola dan kehidupan pribadi.
Profil Bambang Pamungkas
Bambang pamungkas lahir pada 10 Juni 1980 di Semarang, Jawa Tengah. Dia merupakan anak dari pasangan Misranto dan Suriptinah. Pria yang disapa Bepe ini menghabiskan masa kecil dan sekolahnya di Semarang dan Salatiga.
Dia juga sempat melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Indonesia Rawamangun. Namun karena beberapa alasan, Bepe hanya bertahan sampai semester dua.
Bepe memulai karier menjadi pesepak bola sejak berlatih di Sekolah Sepak Bola, Ungaran, Jawa Tengah. Di usia 16 tahun, dia berhasil mendapatkan gelar pemain pemain terbaik pada Haornas (Hari Olahraga Nasional) dan berhasil membawa klubnya menjadi juara Haornas 1996.
Kegemilangan Bepe berlanjut pada POPNAS 1997 dan berhasil menjadi pemain dengan torehan gol terbanyak selama pertandingan. Dia pun akhirnya mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia U-19 yang berlaga di Manila, Filipina pada 1998. Bepe berhasil mencetak gol sebanyak tujuh kali selama turnamen tersebut.
Perjalanan karier sepak bola Bepe berlanjut ke klub Ibu Kota, dengan memperkuat skuad Persija. Dia berhasil membuktikan iiri sebagai pesepak bola profesional dengan mencetak 24 gol untuk Persija selama musim pertama pada Liga Indonesia 2001. Bahkan, Bepe disebut menjadi top scorer pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia dengan total 38 gol. Dia juga tercatat menjadi pemain dengan penampilan terbanyak untuk Timnas Indonesia, yakni 87 kali.
Bermain di Luar Negeri
Dikutip dari Suara.com, Bepe yang gemilang di klub Tanah air mendapat tawaran bermain di Eropa dengan bergabung tim divisi 3 Belanda, EHC Norad . Dia pun tidak meyia-nyiakan kesempatan emas itu dan bergabung dengan di klub EHC Norad. Namun, Bepe sulit berdaptasi bermain di klub tersebut lantaran fakor cuaca dan keluarga. EHC pun akhirnya mengembalikan Bepe ke Persija.
Gagal bermain di klub Eropa tidak menyurutkan niat Bepe untuk bermain di luar negeri. Dia bergabung dengan tim asal Negeri Jiran, Selangor FC pada 2005. Bepe berhasil mencetak 22 gol pada musim pertama. Bepe yang juga bermain dengan pemain lain asal Indonesia, Elie Aiboy, berhasil mempersembahkan tiga piala untuk Selangor, yaitu Piala FA, Piala Liga Malaysia, dan Liga Premier Malaysia. Dua tahun kemudian, Bepe memutuskan kembali ke Tanah Air untuk memperkuat klub Persija di Liga Indonesia.
Gantung Sepatu
Pemain yang terkenal dengan sundulan maut itu kemudian melanjutkan karier sepak bolanya di klub Perlia Bandung Raya (BPR) pada 2014. Namun, dia hanya bertahan setahun di klub tersebut dan kembali memperkuat klub sebelumnya, Persija. Setelah memperolah banyak pengalaman dan prestasi, Bepe yang saat itu berumur 39 tahun memutuskan gantung sepatu di penghujung tahun 2019 karena alasan fisik dan usia yang tak lagi muda.
Timeline Perjalanan karier
- SSB Ungaran Serasi (1988-1990)
- Diklat Salatiga (1990-1995)
- Persikas Kab. Semarang (1992)
- Persikas Apac Inti (1995-1999)
- EHC Norad (2000)
- Persija Jakarta (2000-2004)
- Selangor FA (2005-2007)
- Persija Jakarta (2007-2012)
- Pelita Bandung Raya (2013-2014)
- Persija Jakarta (2015 hingga pensiun di 2019)
- Persija Jakarta sebagai Manajer (2020-sekarang)
Prestasi Individu
- Pencetak Gol Terbanyak Kejuaraan AFF: 2002
- Pencetak Gol Terbanyak Liga Indonesia: 1999–2000
- Pemain Terbaik Liga Indonesia: 2001
- Salah Satu Pemain Yang Terpilih Oleh Pele Di FIFA 100 : 2004
- Pencetak Gol Terbanyak Liga Utama Malaysia: 2005
- Pemain Asing Terbaik Piala Malaysia: 2005
- Pencetak Gol Terbanyak Piala FA Malaysia: 2005
- Pemain Terbaik Copa Indonesia: 2008
Source: google.com