Isi Konten
ToggleAdimas Firdaus yang lebih dikenal di jagat media sosial sebagai Resbob atau Resbobb adalah kreator konten dan streamer muda asal Indonesia yang kariernya tumbuh lewat siaran langsung, video komentar, dan kolaborasi bersama beberapa figur konten lain.
Gaya komunikasinya yang spontan dan blak-blakan pernah menarik pengikut, namun belakangan nama Adimas jadi sorotan tajam setelah sejumlah video live-stream yang berisi ujaran kontroversial viral dan memicu pelaporan ke pihak berwajib. Kasus ini menempatkan Adimas di persimpangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab publik, serta memunculkan konsekuensi akademis dan hukum yang serius.
Biodata Adimas Firdaus
- Nama Lengkap: Adimas Firdaus
- Nama Panggung / Alias: Resbob / Resbobb.
- Profesi: Kreator konten / YouTuber / streamer.
- Umur: ±25 tahun (laporan publik 2025).
- Asal / Domisili: Indonesia.
- Latar Pendidikan: Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
- Keluarga: Terkenal sebagai kakak dari kreator / YouTuber “Bigmo” (Muhammad Jannah).
- TikTok: @resbobbb
- Instagram: @adimasfirdauss
Perjalanan Hidup & Karier
Lahir dan tumbuh di Indonesia, Adimas Firdaus mulai terkenal ketika ia aktif membuat konten digital — terutama streaming langsung (live), video komentar, dan kerja sama dengan kreator lain termasuk saudara kandungnya yang juga beraktivitas online, “Bigmo”.
Sebagai sosok yang kerap berinteraksi langsung dengan penonton lewat live stream, gaya Adimas terkenal spontan, ceplas-ceplos, dan cenderung tak menyensor tutur kata; sifat inilah yang membuatnya punya pengikut setia sekaligus kerap menuai kontroversi.
Dalam perkembangan kariernya, Adimas memanfaatkan platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube untuk membangun audiens. Ia kerap melakukan siaran langsung bersama rekan-rekan kreator, membahas isu ringan, trend, hingga komentar sosial. Cara penyampaiannya yang lugas membuat kontennya cepat menarik perhatian — namun juga memperbesar dampak saat tutur kata yang digunakan menjadi provokatif.
Kontroversi Adimas Firdaus

Titik balik besar datang pada 2025 ketika cuplikan siaran langsung Adimas Firdaus yang mengandung penghinaan terhadap kelompok suku dan suporter tertentu (dilaporkan menyasar komunitas Sunda dan suporter Persib/Viking) viral di berbagai akun ulang unggah. Video itu memicu gelombang laporan ke aparat, aduan masyarakat, dan tanggapan serius dari penegak hukum.
Polda Jawa Barat dan Direktorat Siber melakukan pendalaman, sementara sejumlah media memberitakan perburuan dan proses penanganan kasus. Akibat rangkaian peristiwa ini, institusi akademik tempat Adimas tercatat sebagai mahasiswa — Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) — juga menjatuhkan sanksi administratif yang berat.
Sikap publik terhadap Adimas terpolarisasi: sebagian pendukung menilai ia hanya “salah ekspresi” yang layak mendapat ruang pembelaan dan edukasi, sementara kelompok lain mendesak penegakan hukum dan pertanggungjawaban karena ucapan yang telah mengandung unsur SARA.
Kasus Adimas menyoroti dilema platform digital modern: bagaimana membedakan antara candaan/ekspresi pribadi dengan ujaran yang dapat menyulut kebencian dan perpecahan sosial. Hingga pembaruan terakhir (Desember 2025), kasus Adimas Firdaus tersebut masih berjalan dan menarik perhatian luas media nasional.
Baca Juga: Timothy Ronald Biodata, Umur Pengusaha Muda Lengkap
Kronologi Singkat Kasus
- Awal Desember 2025 — Cuplikan live streaming Resbob beredar viral, mencantumkan ucapan yang menghina komunitas Sunda dan suporter Persib (Viking).
- 11–12 Desember 2025 — Laporan resmi masuk ke Polda Jawa Barat (dan laporan lain masuk ke Bareskrim/Polda Metro).
- 14–15 Desember 2025 — Pihak kampus UWKS menyatakan sanksi akademik berat. Pencabutan status mahasiswa (DO) berdasarkan keputusan rektorat, sebagai respons terhadap pelanggaran etika yang meresahkan publik.
- 15 Desember 2025 — Laporan lanjutan menyebutkan penangkapan/penahanan sementara atau penjemputan terkait pemrosesan hukum; proses pemeriksaan di Polda/ditresiber berlanjut. (Media melaporkan penangkapan di beberapa wilayah Jawa Timur / Bandung).
Kisah dan biodata Adimas Firdaus (Resbob) adalah contoh nyata bagaimana konten kreator dapat mengangkat nama seseorang — tapi juga membawa konsekuensi serius bila etika dan batas tanggung jawab terabaikan.
Dari membangun pengikut lewat gaya komunikatif yang spontan hingga menghadapi laporan hukum dan sanksi akademik, perjalanan Adimas memuat pelajaran bagi semua kreator: kebebasan berbicara di internet tidak lepas dari tanggung jawab sosial dan hukum.

