Isi Konten
ToggleNama Iyyas Subiakto belakangan semakin sering muncul di ruang publik, terutama karena pandangan politiknya yang tajam serta aktivitasnya sebagai pengusaha. Sosok pria kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 9 Desember 1955 ini dikenal luas sebagai seorang pengamat politik sekaligus pemilik bisnis herbal ternama yaitu Minyak Tawon 912.
Selain aktif berbicara mengenai isu-isu nasional, Iyyas juga sering tampil di kanal YouTube dan media sosial untuk membagikan pandangan tentang kondisi bangsa. Menariknya, ia menyebut dirinya sebagai saksi hidup dari tujuh presiden Republik Indonesia, mulai dari era Soekarno hingga Joko Widodo.
Fakta inilah yang menjadikan namanya cukup populer di kalangan netizen, khususnya menjelang tahun politik. Artikel ini akan membahas biodata Iyyas Subiakto paling lengkap dan terbaru tahun 2025, mulai dari kehidupan pribadi, perjalanan karier, hingga aktivitasnya di dunia bisnis dan politik.
Ringkasa Biodata Iyyas Subiakto
- Nama Lengkap: Iyyas Subiakto (dikenal juga sebagai Biakto)
- Tempat Lahir: Tebing Tinggi, Sumatera Utara
- Tanggal Lahir: 9 Desember 1955
- Profesi: Pebisnis, pengamat politik
- Agama: Islam
- Usia (2025): 69 Tahun
- Istri: Lia Subiakto (menikah sejak 23 Maret 1987)
- Anak: 3 orang (1 laki-laki, 2 perempuan)
- Cucu: 2 orang
- Bisnis: Pemilik Minyak Tawon 912; terlibat di PT Cipta Menira Raya, PT Cipta Herba Mulia, CV Kali Kurnia, PT Cipta Pelaksana Mulia
- Domisili: Jakarta
- Instagram: @iyyassubiakto
- Facebook: Iyyas Subiakto (akun pribadi, terbatas)
Masa Kecil dan Keluarga
Iyyas Subiakto lahir di sebuah keluarga sederhana di Tebing Tinggi, sebuah kota di Sumatera Utara. Masa kecilnya ia habiskan di Kampung Persiakan, sebuah lingkungan yang membentuk karakter mandiri dan tangguh. Di kampung inilah ia belajar banyak tentang kehidupan sosial, nilai kebersamaan, serta kerja keras.
Seiring waktu, keluarganya sempat berpindah ke beberapa daerah, di antaranya Sidoarjo di Jawa Timur dan Makassar di Sulawesi Selatan. Perpindahan tempat tinggal ini membuat Iyyas terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru dan menambah wawasannya tentang keberagaman masyarakat Indonesia.
Sayangnya, catatan mengenai riwayat pendidikan formalnya tidak banyak terekspos ke publik, namun dari berbagai wawancara diketahui bahwa ia merupakan sosok yang gemar membaca, berdiskusi, dan menaruh minat besar pada isu-isu sosial politik.
Pernikahan dan Kehidupan Pribadi
Pada tahun 1987, tepatnya 23 Maret, Iyyas Subiakto menikah dengan Lia Subiakto. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak: satu laki-laki dan dua perempuan. Kini, keluarga mereka juga telah bertambah dengan kehadiran dua orang cucu.
Kehidupan rumah tangga yang harmonis menjadi salah satu penopang semangat Iyyas dalam berkarya, baik di dunia bisnis maupun ketika terjun memberikan pandangan tentang politik nasional.
Baca Juga: Biografi Glenn Sugita: Tokoh Penting di Balik Transformasi Persib
Perjalanan Karier dan Dunia Bisnis
Karier Iyyas Subiakto banyak diwarnai oleh aktivitasnya di dunia bisnis. Ia dikenal luas sebagai pemilik Minyak Tawon 912, sebuah produk herbal legendaris yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Minyak ini dipercaya membantu meredakan pegal, nyeri otot, dan masuk angin. Keberhasilan Minyak Tawon menjadikannya salah satu pengusaha yang diperhitungkan di bidang kesehatan tradisional.
Selain Minyak Tawon, Iyyas juga terlibat dalam berbagai perusahaan, di antaranya PT Cipta Menira Raya, CV Kali Kurnia, PT Cipta Herba Mulia, dan PT Cipta Pelaksana Mulia. Aktivitas bisnis ini memperkuat posisinya sebagai pengusaha yang visioner dan mampu melihat peluang pasar.
Keuletannya dalam berbisnis membuat Iyyas cukup dikenal, meskipun ia tidak selalu menempatkan dirinya di garis depan publikasi perusahaan.
Kiprah Politik Iyyas Subiakto
Selain dikenal sebagai pebisnis, nama Iyyas Subiakto semakin mencuat karena keterlibatannya dalam diskusi politik. Ia aktif memberikan pandangan kritis mengenai perkembangan politik Indonesia, baik melalui forum diskusi, media sosial, maupun kanal YouTube.
Salah satu hal yang kerap ia suarakan adalah posisinya sebagai saksi hidup tujuh presiden Republik Indonesia, mulai dari era Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.
Dari pengalamannya mengikuti dinamika kepemimpinan nasional selama puluhan tahun, Iyyas membentuk opini yang tajam. Ia dikenal blak-blakan dalam mengkritisi kebijakan maupun tokoh politik, termasuk figur besar seperti Prabowo Subianto dan ekonom Faisal Basri.
Kehidupan Digital Iyyas Subiakto
Memasuki era digital, Iyyas Subiakto memanfaatkan media sosial sebagai ruang berekspresi. Melalui akun Instagram @iyyassubiakto, ia rutin membagikan pemikiran dan pandangannya mengenai isu-isu terkini.
Kehadirannya di YouTube, termasuk dalam kanal 2045 TV, juga membuatnya semakin dikenal di kalangan generasi muda. Meski tak selalu sejalan dengan arus opini publik, ia tetap konsisten menyampaikan gagasannya dengan gaya lugas.
Penutup
Kini, di usianya yang menginjak 69 tahun, Iyyas Subiakto tetap aktif berkegiatan. Ia masih menjalankan usaha sekaligus mengisi waktunya dengan berdiskusi seputar politik nasional. Kehidupannya sebagai seorang ayah, kakek, pebisnis, dan pengamat politik menjadikannya sosok yang multidimensi.
Dari kampung kecil di Tebing Tinggi hingga menjadi figur yang diperhitungkan dalam wacana publik, perjalanan Iyyas Subiakto adalah cerminan ketekunan, keberanian, dan kepedulian terhadap bangsa.
Biografi dan Biodata Iyyas Subiakto mengajarkan bahwa perjalanan hidup seseorang bisa terbentuk dari banyak aspek: keluarga, pendidikan informal, kerja keras, hingga pengalaman panjang dalam menyaksikan sejarah bangsa.
Sebagai pengusaha dan pengamat politik, ia menunjukkan bagaimana seseorang bisa berperan aktif dalam masyarakat, baik melalui dunia bisnis maupun melalui wacana kebangsaan. Dengan kiprahnya yang panjang, nama Iyyas Subiakto akan tetap melekat sebagai sosok yang turut mewarnai diskursus politik Indonesia modern.